pertanyaan diskusi tentang rekrutmen dan seleksi
PengalamanSeleksi PT. Indonesia Power. Posted by : Unknown Selasa, 07 Maret 2017. Kali ini saya akan membagi sedikit pengalaman saya mengikuti test rekrutmen di PT. Indonesia Power. PT. Indonesia Power, atau IP, adalah sebuah anak perusahaan PLN menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga listrik.
HiReza, Menurut opini saya pribadi pertanyaan "expected/current salary" merupakan sebuah bentuk justifikasi dari hasil wawancara antara seorang kandidat dan tim rekrutmen (baik itu HRD ataupun user) pada saat menceritakan perihal pengalaman dan pengetahuan akan bidang dari pekerjaan yang dilamar. Ketika kita berbicara mengenai ekspektasi dari pertanyaan seperti ini,
Karenanyaseleksi pegawai harys dilaksanakan, agar benar benar pegawai yang di terima bekerja dalam perusahaan adalah pegawai pegawai yang sesuai dengan kebutuhan jabatan yang di pangkunya. Pada umumnya proses seleksi pegawai itu adalah sebagai berikut : 1. Pengisian formulir-formulir. 2. Tes psikology.
MenurutVeithzal Rivai (2008, h 170), seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang dilakuka setelah proses rekrutmen seleksi dilaksanakan. Hal ini berarti tekah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan. Proses pemilihan ini yang dinamakan
Sebagaipenutup dari bab ini, maka uraian tentang rekrutmen, seleksi dan penempatan dapat diringkas dalam bentuk gambar di bawah. Acuan dalam rekrutmen adalah beberapa persyaratan umum yang ditentukan organisasi perusahaan berdasarkan kebutuhan jabatan. Rekrutmen menghasilkan kumpulan pelamar. Kumpulan pelamar ini kemudian di
Meilleur Site De Rencontre Gratuit Avis. Ketika perekrut bertanya “Apakah ada yang ingin ditanyakan?”, jangan menjawab “Tidak”, ya! Kamu harus memanfaatkan kesempatan bertanya untuk mengetahui lebih jauh tentang perusahaan yang kamu tuju. Selain menunjukkan antusiasme, bertanya di tahap ini juga akan membantumu menilai kecocokan pekerjaan yang kamu lamar dengan apa yang kamu butuh dan inginkan. Ditambah lagi, kamu akan bisa lebih menunjukkan aspek mana dari perusahaan tujuan yang paling menarik perhatianmu. Berikut adalah beberapa pertanyaan penting yang bisa kamu tanyakan ketika sedang melakukan interview. Apa saja tantangan yang akan saya hadapi dalam posisi ini? Jika perekrut menjawab sama sekali tidak ada, kamu perlu curiga. Meski bebannya memang berbeda-beda, semua pekerjaan pasti memiliki kesulitannya masing-masing. Contohnya, membutuhkan banyak lembur untuk menyelesaikan laporan, menerima revisi berulang kali dari klien, atau berurusan dengan klien yang penuh emosi setiap harinya. Mengetahui tantangan tersebut sedini akan membantumu mempersiapkan diri untuk menghadapi beban di masa depan. Ketika perekrut memberi tahu tantangan dari posisi yang dilamar, kamu bisa bercerita tentang masalah serupa yang pernah ditangani dalam pekerjaan sebelumnya. Dengan begitu, kamu akan bisa meyakinkan perekrut bahwa kamu adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut. Seperti apa hari-hari kerja posisi yang saya lamar? Perekrut mungkin akan menjawab “berbeda-beda setiap harinya”. Jika kamu kurang puas dengan jawaban tersebut, tanyakan lebih lanjut mengenai keadaan perusahaan selama ini, khususnya di tengah pandemi seperti saat ini. Menanyakan hal tersebut akan membantumu membayangkan kondisi kerja nanti; apakah kamu akan mulai bekerja di tempat kerja yang cukup meragukan, atau yang tetap stabil meski di tengah krisis? Jangan sampai kamu “syok” ketika baru mulai bekerja karena tempat kerjamu ternyata sedang berada di masa-masa yang sangat sibuk. Keterampilan apa saja yang dibutuhkan untuk posisi ini? Di samping beberapa keterampilan yang dicari oleh perusahaan berikut, ada baiknya apabila kamu mengetahui keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh posisi yang kamu lamar. Jika kamu melamar untuk posisi manajerial, perusahaan pastinya mencari kandidat yang memiliki keterampilan analisis serta unggul dalam problem-solving dan membuat keputusan. Di sisi lain, seorang customer service pastinya harus memiliki kemampuan berempati untuk memahami keinginan klien atau pelanggan mereka. Dengan menunjukkan bahwa kamu paham betul mengenai hal yang dibutuhkan perusahaan, kamu akan mencuri perhatian perekrut dan menonjolkan diri di antara sekian banyak kandidat lainnya. Seberapa tinggi frekuensi pergantian turnover karyawan di perusahaan Anda? Ini memang merupakan pertanyaan yang cukup sulit, mengingat perekrut mungkin enggan untuk menjawabnya. Tapi, hal ini layak untuk dicoba. Penyebab tingginya turnover atau pergantian karyawan biasanya diakibatkan ekspektasi manajemen yang tidak realistis, ataupun kegagalan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dasar karyawan mereka. Tanyakan bagaimana perusahaan menangani pergantian karyawan. Penting juga untuk mengetahui berapa lama karyawan sebelumnya menduduki posisi yang kamu lamar serta alasannya mengundurkan diri. Baca Juga Tips Interview yang Jarang Dibicarakan Jika diterima, apa yang diharapkan perusahaan dari saya dalam enam bulan atau setahun ke depan? Selain menyelesaikan tahap orientasi karyawan, mengetahui ekspektasi dan standar yang diharapkan oleh atasan akan memudahkanmu memulai pekerjaan baru. Selain itu, kamu juga bisa menanyakan kemungkinan beban tugas atau tanggung jawab sebelum kamu setuju untuk bekerja atau mengisi posisi tersebut. Misalnya, apabila kamu sedang merawat orang tua yang lanjut usia atau sedang membangun keluarga baru, apakah kamu dituntut untuk melakukan perjalanan dinas? Apakah ada kemungkinan kamu akan dipindah tugaskan? Pertimbangkan faktor-faktor tersebut sebelum bergabung untuk menghindari timbulnya masalah di kemudian hari. Apa yang membuat para karyawan betah di perusahaan Anda? Budaya perusahaan adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan. Pertanyaan ini akan memberi kesempatan untuk mengetahui apakah kamu cocok dengan perusahaan tersebut. Biasanya, alasan karyawan betah adalah karena perusahaan tersebut selalu mengapresiasi kerja keras para karyawan, memenuhi hak-hak mereka, dan selalu mengayomi ketika karyawan sedang memiliki kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan di tempat kerja. Jawaban yang sungguh-sungguh dari perekrut adalah hal yang baik. Artinya, kemungkinan besar karyawan tidak hanya menyenangi pekerjaan mereka, namun juga menyukai perusahaan tempat mereka bekerja. Sebaliknya, jika jawaban perekrut hanya fokus kepada besar gaji atau pendapatan karyawan, maka kamu patut berhati-hati. Gaji yang tinggi tidak menjamin kamu akan diperlakukan dengan baik oleh perusahaan. Karena itu, periksa pula apa saja benefit yang pasti kamu dapatkan sebagai karyawan. Menurut Anda, kondisi lingkungan kerja di perusahaan ini seperti apa? Jika perekrut menggambarkan lingkungan kerja yang sangat kompetitif namun kolaboratif, maka hal ini mungkin ideal untuk kamu. Namun jika kamu memiliki pola pikir out of the box dan perusahaan lebih mengutamakan birokrasi atau hierarki dalam penyelesaian masalah, mungkin kamu harus mempertimbangkan ulang keputusanmu untuk bergabung dengan perusahaan tersebut. Bagaimana cara perusahaan menangani konflik internal? Berikan contoh skenario spesifik seperti “Bagaimana Anda menangani keluhan karyawan tentang manajer mereka?”. Hal ini akan membantu kamu untuk memahami bagaimana cara perusahaan menangani permasalahan yang ada secara profesional. Jika jawaban perekrut kurang memuaskan, kamu bisa meminta penjelasan. Jika perekrut ragu untuk memberikannya, kamu tidak perlu meminta kejelasan lagi, namun catat dalam hati bahwa kamu perlu ragu mengenai perlakuan perusahaan tersebut terhadap karyawannya. Adakah peluang untuk perkembangan karir? Perusahaan menyukai kandidat yang memiliki rencana jangka-panjang. Dengan menunjukkan bahwa kamu berniat untuk tumbuh dan berkembang bersama perusahaan, kamu meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Upskilling di era new normal ini sangat penting. Perusahaan akan banyak berinvestasi dalam pelatihan karyawan, karena karyawan yang memiliki keterampilan kerja memadai akan sangat membantu perusahaan mencapai kesuksesan di kemudian hari. Selain pelatihan dari perusahaan, kamu bisa mengembangkan keterampilan kerjamu secara mandiri, lho! Caranya adalah dengan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh JobStreet dan FutureLearn. Tanpa dipungut biaya, kamu bisa mengikuti pelatihan keterampilan teknis seperti pemasaran digital, e-commerce, atau pengelolaan SDM, hingga transferable skills yang mencakup pengelolaan kesehatan mental, pengembangan karier, hingga keterampilan berbahasa Inggris. Dengan mempelajari keterampilan baru, atau mengambangkan keterampilan yang sudah ada, kamu akan bisa semakin meningkatkan kesempatan untuk mendapat dream job-mu! Kira-kira kapan saya bisa mendapat kabar mengenai hasil interview? Langkah selanjutnya dalam proses rekrutmen mungkin membutuhkan waktu antara dua hingga empat minggu. Memiliki timeline yang jelas akan membantumu untuk memutuskan apakah kamu perlu menunggu lebih lama lagi atau memulai pencarian kerja lainnya. Jangan sampai kamu kehilangan banyak kesempatan melamar karena digantungkan oleh perekrut. Ajukanlah pertanyaan yang berfokus pada peran atau jabatan yang akan kamu duduki di perusahaan, departemen, atau tim tersebut. Hati-hati juga, hindari menanyakan pertanyaan mengenai kepentingan pribadi seperti jatah cuti, asuransi kesehatan, atau penyesuaian jadwal kerja. Membicarakan permintaan pribadi lebih baik dilakukan pada sesi final interview, atau ketika hiring manager telah memberikan tawaran kerja. Interview kerja bukanlah hal yang mudah, dan kamu pasti akan mengalami banyak rintangan selama melamar kerja. Penolakan juga adalah salah satu hal yang tidak bisa kamu hindari. Namun, kamu pasti memiliki kesempatan untuk lolos hingga diterima kerja jika kamu mempersiapkan diri dengan maksimal. Semangat dan semoga berhasil! Selalu perbarui profil JobStreet-mu setiap kamu menyelesaikan sebuah pelatihan dan mendapatkan keterampilan kerja baru. Selain pelatihan, berbagai pengalaman lain seperti magang, menjadi sukarelawan, ataupun freelancing juga bisa ditambahkan! Kenapa profilmu harus selalu diperbarui? Dengan memiliki profil yang up-to-date, kamu sudah memberikan gambaran bahwa kamu memiliki etos kerja yang baik, sehingga kamu bisa dilihat lebih unggul dibandingkan pelamar kerja lain. Jika kamu memiliki tanggal atau tahun pelatihan dan pengalaman kerja yang dekat satu sama lain, perusahaan akan melihatmu sebagai kandidat yang giat mengembangkan diri dan mencari pengalaman. Bagus, kan? Kunjungi laman Tips Karier kami jika kamu ingin mendapat lebih banyak tips dan berita dunia kerja. Jika kamu mau tahu lebih jauh tentang tren kerja terbaru, langsung unduh laporan Mengupas Tren Global Talent dari JobStreet di sini! Di JobStreet kami selalu berupaya mengantarkan pekerjaan yang bernilai untuk Anda. Sebagai Partner Karier, kami berkomitmen membantu pencari kerja menemukan passion dan tujuan dalam setiap langkah karier. Sebagai Partner Talent nomor 1 di Asia, kami menghubungkan perusahaan dengan kandidat tepat yang dapat memberikan dampak positif dan berkualitas kepada perusahaan. Temukan pekerjaan yang bernilai untuk Anda. Kunjungi JobStreet hari ini. Tentang SEEK Asia SEEK Asia, kombinasi dari dua brand terkemuka, JobStreet dan jobsDB, merupakan portal pekerjaan terkemuka dan pilihan utama bagi kandidat dan perekrut di Asia. SEEK Asia hadir di 7 negara yaitu Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam. SEEK Asia adalah bagian dari SEEK Limited Company yang terdaftar di Bursa Efek Australia, yang merupakan portal pekerjaan terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. SEEK Asia menarik lebih dari 400 juta kunjungan setiap tahunnya. Tentang SEEK Limited SEEK merupakan kelompok perusahaan yang beragam, dengan portofolio solid yang terdiri dari serta bisnis ketenagakerjaan online, pendidikan, komersial, dan volunteering. SEEK hadir secara global termasuk di Australia, Selandia Baru, Cina, Hong Kong, Asia Tenggara, Brasil, dan Meksiko, menjangkau lebih dari 2,9 miliar kandidat dan sekitar 27 persen dari PDB GDP global. SEEK memberikan kontribusi positif bagi kehidupan individu dalam skala global. SEEK terdaftar di Bursa Efek Australia sebagai salah satu perusahaan top 100 dan masuk dalam daftar Top 20 Most Innovative Companies menurut Forbes.
Bagi kamu fresh graduate proses wawancara kerja atau job interview bisa menjadi stage bikin gugup, benar gak? Gak memiliki pengalaman atau gambaran proses memasuki ruangan interview kerja, berikut ini lho deretan tips wawancara kerja agar keterima. Ada beberapa tips wawancara kerja yang bisa kamu lakukan agar dapat keterima di perusahaan incaran mu. Salah satu tips menjawab pertanyaan saat wawancara yang terbukti efektif adalah dengan mempelajari cara menjawab pertanyaan wawancara dengan benar tanpa terbata-bata. Jangan sampai biaya untuk merawat atau memperbaiki mobilmu justru menguras tabungan. Manfaatkan asuransi mobil syariah agar kamu terjamin dari tagihan dari bengkel. Asuransi mobil syariah memberimu jaminan ganti rugi dengan tetap mengedepankan pengelolaan keuangan sesuai ketentuan syariat. Untuk membuat wawancara kamu lancar, berikut 35 contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja dengan tepat. Contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara seputar data pribadiContoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja seputar pengalaman kerja dan keterampilanCont0h dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja seputar negosiasi gajiTips wawancara kerja biar bisa lolosPertanyaan seputar contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja Contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara seputar data pribadi Pertanyaan saat wawancara kerja biasanya dibuka dengan data pribadi. Kamu harus bisa menjelaskan data pribadi kamu dengan lancar demi menimbulkan kesan percaya diri dan profesional. 1. Ceritakan tentang diri Anda? Kandidat “Nama Saya Rizki Aditya. Saya alumni Desain Interior dari Institut Teknologi Bandung. Saat ini saya bekerja di PT Daun Hijau Studio sebagai desainer. Saya bekerja di perusahaan tersebut sejak July 2017.” 2. Mengapa Anda memilih jurusan desain interior? Kandidat “Saya menyadari bahwa saya menyukai desain interior sejak sekolah menengah pertama. Dengan kuliah di jurusan Desain Interior, saya tentu akan menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang desain interior Selain itu, saya belajar di jurusan tersebut dengan hati senang karena memang sesuai dengan minat dan keinginan saya. 3. Bagaimana cara Anda membayar kuliah? Kandidat “Sebagian besar biaya kuliah saya dibiayai orang tua. Namun, saya juga ikut meringankan beban orang tua saya dengan bekerja freelance desain. 4. Apakah Anda memiliki rencana melanjutkan pendidikan? Kandidat “Ya, rencananya dalam 1 sampai dua tahun mendatang, jika ada kesempatan saya ingin meneruskan ke jenjang S2. Dengan kuliah S2, wawasan dan pengetahuan saya akan meningkat yang otomatis akan meningkatkan karier saya. 5. Selain pendidikan formal, apakah Anda memiliki keterampilan lain? Kandidat “Ya. Saat kuliah saya pernah mengikuti kursus bahasa asing. Selain itu, saya juga pernah mengikuti pelatihan dasar digital marketing. Saya juga mampu mengoperasikan komputer dengan berbagai program, seperti MS Words, MS Excell, MS Power Point, Photoshop, Computer-aided-design CAD, Color Wheels, Auto Desk Revit dan masih banyak lagi” 6. Apa makna pekerjaan buat Anda? Kandidat “Bagi saya, pekerjaan bukan semata-mata untuk mencari uang. Namun, bagaimana saya bisa melakukan yang terbaik sehingga dapat memberikan berkontribusi bagi kemajuan diri dan kemajuan perusahaan.” Contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja seputar pengalaman kerja dan keterampilan Pertanyaan seputar pengalaman dan keterampilan kerja biasanya ditujukan untuk mengetahui tujuan kariermu, bagaimana cara kamu bekerja, loyalitas, serta seberapa besar kontribusi yang akan kamu berikan kepada perusahaan. Dari jawaban yang kamu sampaikan, pewawancara kerja dapat menilai apakah kamu merupakan kandidat terbaik atau bukan untuk posisi yang sedang dilamar. 7. Berapa banyak bahasa asing yang sudah Anda kuasai? Kandidat “Saya menguasai dua bahasa asing.” 8. Bisakah Anda menyebutkan bahasa asing yang sudah Anda kuasai dan tingkatannya Kandidat “Saya menguasai dua Bahasa asing yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Bahasa Inggris saya sudah pada tingkat fasih atau mahir, sedangkan Bahasa Mandarin saya masih dalam tahap sedang atau intermediate” 9. Apa kelebihan dan kekurangan Anda? Kandidat “Kelebihan saya adalah bisa bekerja sendiri atau dalam tim, mudah beradaptasi, suka belajar, dan pekerja keras. Kekurangan saya adalah kurang mendetail. Namun, saya berusaha mengatasi kekurangan saya dengan mencatat setiap detail yang dibutuhkan terkait pekerjaan saya. 10. Apakah Anda hubungan yang baik dengan rekan kerja itu penting? Kandidat “Ya, menurut saya hubungan baik dengan rekan kerja itu penting agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Namun, harus tetap bisa membedakan antara teman dan hubungan profesional agar tidak tercampur. 11. Apakah Anda lebih senang bekerja dalam tim atau seorang diri? Kandidat “Saya cukup fleksibel dalam hal cara bekerja, saya bisa bekerja seorang diri atau dalam tim. Tetapi jika dibutuhkan saya bisa bekerja dalam tim maupun seorang diri.” 12. Jika Anda diharuskan bekerja di dalam tim, posisi apa yang akan Anda pilih? Kandidat “Saya lebih suka bekerja di bagian operasional. Dengan bekerja pada bagian operasional saya jadi mengerti proyek yang dikerjakan butuh waktu berapa lama, butuh berapa sumber daya, dan membuat timeline pekerjaan dengan detail. 13. Bisakah Anda bekerja di bawah tekanan? Kandidat “Ya. Selama ini saya mampu bekerja di bawah tekanan. Hal ini terbukti dalam proyek desain yang telah saya selesaikan dalam waktu yang sempit atau banyaknya permintaan revisi dari pihak klien. 14. Bagaimana sikap Anda terhadap kritik yang ditujukan kepada Anda? Kandidat “Saya akan mendengarkan kritik yang memang benar-benar objektif dan sifatnya membangun. Untuk kritik yang sifatnya menjatuhkan untuk diri saya, saya berusaha untuk mendengarnya. 15. Menurut Anda, orang seperti apakah yang sulit diajak kerja sama? Kandidat “Menurut saya orang yang sulit diajak bekerja sama adalah orang yang tidak mau mendengarkan pendapat orang lain dan tidak mau mematuhi peraturan yang ada.” 16. Apabila bawahan Anda melakukan kesalahan, apa yang Anda lakukan? Kandidat “Kesalahan adalah hal yang normal dalam pekerjaan asal tidak diulangi kembali di kemudian hari. Langkah yang saya lakukan adalah dengan memberikan arahan cara menyelesaikan masalah dengan benar. Setelah itu, saya akan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk memperbaiki pekerjaannya tersebut. 17. Apa yang akan Anda lakukan jika salah satu bawahan kamu mengeluhkan masalah pribadi mereka. Kandidat “Saya berusaha untuk dapat menjadi pemimpin yang dapat dipercaya oleh bawahan saja. Cara yang bisa saya lakukan adalah dengan menjadi kolega yang baik yang dapat diajak berdiskusi baik masalah kerja dan masalah pribadi. Tentu untuk masalah pribadi terdapat batasan-batasan yang harus dipatuhi. Dari pengalaman saya, mereka pada umumnya hanya butuh teman untuk mendengarkan masalah mereka tanpa mengadilinya.” 18. Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda menghadapi masalah besar dalam pekerjaan Anda? Kandidat “Saya akan mencoba berpikir jernih dan mencari akar permasalahan untuk dapat diselesaikan dengan baik. Setelah mendapatkan solusi, saya akan menjalankan solusi tersebut dengan baik. Saya juga akan mencari tindakan pencegahan agar masalah tersebut tidak datang kembali. 19. Mengapa Anda pindah kerja dari perusahaan sebelumnya? Kandidat “Saya ingin mendapatkan kesempatan dan karier yang lebih baik dari perusahaan sebelumnya.” 20. Apa halangan tersulit yang Anda temukan pada pekerjaan sebelumnya? Kandidat “Halangan tersulit dari pekerjaan sebelumnya adalah belum ada peraturan yang jelas mengenai jam kerja di kantor lama saya. Jadi saya dapat bekerja sampai tengah malam ketika klien menghubungi” 21. Apakah Anda pernah bolos bekerja? Kandidat “Saya belum pernah bolos bekerja.” 22. Apakah Anda bersedia jika harus bekerja lembur? Kandidat “Ya, saya bersedia. Itu tidak masalah bagi saya.” 23. Apa yang membuat Anda tertarik bekerja di perusahaan kami? Kandidat “Perusahaan ini menawarkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang Pendidikan dan pengalaman saya. Saya harap, saya dapat berkontribusi dalam memajukan perusahaan dan meningkatkan karier saya.” 24. Seberapa baik Anda mengenal perusahaan kami? Kandidat “Saya cukup mengenal perusahaan ini karena cukup terkenal dalam industri desain interior dan banyak kolega saya yang membicarakan tentang perusahaan ini.” 25. Menurut Anda, apa yang membuat perusahaan kami berbeda dengan perusahaan sejenis lainnya? Kandidat “Menurut pengetahuan saya, perusahaan ini menawarkan jasa desain interior yang berkualitas. Perusahaan ini juga memberikan karyawannya fasilitas yang lebih baik dari beberapa perusahaan lain.” 26. Jelaskan rencana Anda untuk lima tahun ke depan? Kandidat “Jika saya diterima di perusahaan ini, saya berencana untuk bisa menjadi manajer yang dapat memimpin para desainer interior. Setelah itu, saya akan berusaha untuk menjadi manajer yang dapat dipercaya. 27. Apakah Anda siap jika menerima tanggung jawab dan kepercayaan yang lebih besar? Kandidat “Ya, saya siap. Saya harus selalu siap untuk mendapatkan tanggung jawab dan kepercayaan yang lebih besar agar saya dapat terus belajar menjadi karyawan dan pribadi yang lebih baik lagi. 28. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai? Kandidat “Saya menyukai lingkungan kerja yang suportif kepada semua pegawai, memiliki standar operasional prosedur SOP yang jelas, dan lingkungan yang aktif serta optimis. 29. Apakah Anda bersedia ditempatkan di cabang lain di luar kota? Kandidat “Jika memang diperlukan di luar kota saya bersedia. Namun, saat ini saya memang lebih memilih untuk bekerja di kota ini jika bisa.” 30. Apakah Anda bersedia untuk menjalani masa uji coba atau probation selama tiga bulan? Kandidat” Saya bersedia untuk menjalani masa uji coba atau probation selama waktu yang dibutuhkan yakni tiga bulan” Lindungi keuanganmu dari pengeluaran yang terlalu membebani dengan santunan tunai dari asuransi penyakit kritis. Dengan adanya proteksi dari asuransi penyakit kritis, tabungan dan investasimu tetap aman. Cont0h dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja seputar negosiasi gaji Pertanyaan seputar gaji biasanya diajukan pada akhir wawancara kerja. Jumlah pertanyaannya tidak banyak, namun berfokus pada berapa besar gaji yang kamu minta. Berikut ini beberapa contoh pertanyaan wawancara seputar topik gaji yang kamu bisa pelajari. 31. Berapa gaji Anda sekarang? Kandidat “Saya memiliki gaji pokok sebesar Rp5 juta. Ditambah tunjangan dan bonus bulanan, total gaji saya adalah Rp6 juta.” 32. Berapa gaji yang Anda harapkan untuk posisi ini? Kandidat “Saya berharap mendapatkan gaji sebesar Rp9 juta.” 33. Apakah besaran gaji yang Anda harapkan bisa di negosiasi? Kandidat” Ya, saya bersedia untuk melakukan negosiasi gaji. 34. Saat ini perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan gaji Anda sebesar Rp9 Juta, perusahaan hanya bisa memberikan gaji di angka Rp7,5 juta untuk gaji pokok dan Rp8,5 juta untuk gaji keseluruhan. Apakah Anda bersedia? Kandidat “Ya, saya setuju?” 35. Apakah ada pertanyaan untuk kami? Kandidat “Ya, saya memiliki pertanyaan untuk perusahaan ini, Saya ingin menanyakan jam kerja dan standar operasional prosedur SOP kerja yang terdapat di perusahaan ini.” Tips wawancara kerja biar bisa lolos Contoh pertanyaan wawancara di atas tentu bisa menjadi modal pembelajaran yang berharga supaya kamu bisa percaya diri saat menjalani wawancara pekerjaan nanti. Namun selain menjawab pertanyaan kerja, ada juga beberapa hal yang harus kamu persiapkan sebelum menjalani wawancara kerja. Berikut ini beberapa tips interview kerja yang kamu bisa pedomi. Berpakaian rapih dan menarik Salah satu tips menghadapi wawancara agar sukses adalah dengan berpenampilan rapi dan menarik. Setiap industi punya ketentuan tersendiri dalam berpakaian. Sebagai contoh jika kamu melamar di industri perbankan ada baiknya kamu memakai kemeja, celana bahan, dan sepatu untuk pria, kemeja dan blouse, rok, serta sepatu hak untuk wanita. Memahami profil perusahaan Tips wawancara berikutnya adalah dengan memahami profil perusahaan. Pada saat wawancara, kamu dinilai tidak hanya dari kemampuan dan kecocokan kamu dengan perusahaan, tetapi perusahaan juga menilai seberapa besar kamu mengetahui tentang profil perusahaan. Kamu bisa mencari informasi tentang perusahaan yang kamu lamar dengan melihat website, sosial media, dan jika ada media yang membahas perusahaan tersebut. Informasi yang harus kamu pahami adalah seputar visi dan misi perusahaan, latar belakang, produk atau jasa yang ditawarkan atau tentang perkembangan perusahaan. Nah, dalam proses wawancara, kamu juga bisa menanyakan hal-hal terkait informasi perusahaan. Memahami deskripsi dan posisi pekerjaan yang kamu lamar Tips persiapan wawancara selanjutnya adalah dengan memahami posisi dan deskripsi pekerjaan. Dengan mengetahui deskripsi pekerjaan yang kamu lamar, kamu jadi mengetahui cara menjawab pertanyaan yang akan ditanyakan oleh HRD seputar pekerjaan. Menyiapkan catatan singkat mengenai latar belakang dan pengalaman kerja kamu Tips wawancara berikutnya adalah dengan menyiapkan catatan singkat untuk wawancara. Catatan singkat tersebut dapat berupa informasi pengalaman dan latar belakang kamu. Kamu akan jauh lebih matang dalam menghadapi wawancara ketika sudah membuat ringkasan-ringkasan mengenai apa yang harus dijawab saat wawancara. Selain itu, kamu juga bisa menulis pengalaman berorganisasi, pengalaman magang serta keterampilan kamu. Menyiapkan dokumen Tips wawancara kerja berikutnya adalah dengan menyiapkan dokumen penting. Beberapa dokumen penting yang harus kamu siapkan adalah fotokopi Ijazah, CV, transkrip nilai, foto, portofolio, dan dokumen lainnya sesuai instruksi dalam email ataupun telepon. Jangan lupa untuk membawa alat tulis juga, ya. Latihan menjawab pertanyaan wawancara Tips wawancara lainnya dengan melakukan latihan wawancara di hari-hari sebelumnya. Setelah semua persiapan di atas dilakukan, ada baiknya kamu melakukan latihan wawancara, agar wawancara kamu dapat berjalan dengan lancar. Caranya bisa dilakukan di depan kamera atau di depan cermin, perhatikan gestur dan cara kamu menjawab pertanyaan, apakah masih gugup atau tidak? Jika masih gugup kamu perlu melakukan latihan sampai cara menjawab pertanyaan wawancara sudah lancar. Kamu juga bisa mengajak teman atau saudara untuk menjadi perekrut saat latihan wawancara. Nah, itulah 35 contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja serta tips mempersiapkan penampilan diri agar kamu bisa lolos. Dengan beberapa tips di atas, kamu diharapkan dapat menjalani wawancara dengan lancar dan berpeluang lebih tinggi mendapatkan posisi yang diharapkan. Kalau kamu punya pertanyaan terkait perencanaan keuangan lainnya sekaligus mendapatkan berbagai tips mengelola kebutuhan finansial, konsultasikan saja di Tanya Lifepal! Pertanyaan seputar contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja Wawancara kerja adalah salah satu bagian dari proses rekrutmen dan seleksi calon karyawan. Tahapannya dengan tanya jawab antara pihak perusahaan HRD atau CEO dengan kandidat. Pewawancara, yaitu HRD atau CEO, akan menanyakan sejumlah hal dengan beberapa bagian yaitu mengenai informasi pribadi, pengetahuan kandidat tentang perusahaan dan posisi yang dilamar, serta soal negosiasi gaji. Perlindungan finansial dari asuransi penting untuk dimiliki agar kamu tidak terbebani dengan pengeluaran mendadak yang pada akhirnya bisa menguras tabunganmu. Manfaat asuransi akan menanggung tagihan dan/atau memberimu ganti rugi atas kerusakan harta pribadi sesuai kesepakatan di dalam polis asuransi yang dipilih.
Anda perlu mempersiapkan pertanyaan tentang perekrutan karyawan untuk mendapatkan karyawan idaman anda. Simak tips lengkapnya dalam artikel ini Alek Kurniawan Hiring Tips Table of Contents Free Job Posting on Multiple Job Boards 14 Days Free Trial No Credit Card Required Proses rekrutmen atau perekrutan karyawan adalah tahap yang krusial bagi perusahaan dan pencari kerja. Umumnya, proses perkerutan adalah meliputi seleksi berkas melalui CV pelamar, tes kemampuan dan bakat, tes psikologi, dan interview dengan HR serta sesi wawancara, Anda sebagai HR atau perekrut harus menyiapkan beberapa pertanyaan untuk menilai kesesuaian kandidat dengan kebutuhan perusahaan. Pada artikel ini, Anda akan mengetahui informasi tentang pertayaan tentang perekrutan karyawan, cara menyeleksi karyawan sesuai kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam proses Tahapan Seleksi dalam Perekrutan Karyawan? 10 Pertanyaan Wawancara Kerja dan TujuannyaTantangan Apa Saja yang Dihadapi saat Perekrutan Karyawan? Bagaimana Tahapan Seleksi dalam Perekrutan Karyawan? Dalam proses perekrutan karyawan, ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilakukan. Tahapan-tahapan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa cocok kandidat dengan kebutuan memahami tahapan seleksi dalam perekrutan, berikut pembahasannya. 1. Perusahaan mengiklankan lowongan kerja Tahap pertama yang dilakukan perusahaan dalam perekrutan karyawan adalah mempublikasikan informasi lowongan kerja yang dibutuhkan. Perusahaan memiliki banyak opsi untuk publikasi, bisa melaui website perusahaan atau situs lowongan kerja. 2. Penerimaan dan seleksi berkas atau CV Setelah menyebarkan informasi lowongan kerja, para pencari kerja akan melamar dengan menyertakan surat lamaran, curriculum vitae CV, portofolio, dan syarat lain yang dibutuhkan. Tugas perusahaan selanjutnya adalah menyeleksi kandidat berdasarkan berkas yang dikirim. 3. Tes penerimaan Tahap berikutnya, perusahaan perlu menyelenggarakan tes penerimaan bagi kandidat yang terpilih pada tahapan seleksi berkas. Tes yang dilakukan umumnya meliputi tes kemampuan dan bakat, tes tertulis, dan tes psikologi. 4. Wawancara kerja Ini adalah tahapan paling krusial untuk memperdalam informasi yang tertulis pada CV. Biasanya, tahapan wawancara kerja terdiri dari dua bagian, wawancara dengan bagian HR atau personalia dan wawancara dengan pimpinan departemen atau user. Pada tahapan ini, pewawancara harus menyiapkan pertanyaan tentang perekrutan karyawan secara baik dan detail. Manfaatkan tahapan ini sebaik-baiknya agar tidak salah memilih kandidat. 5. Evaluasi medis Setelah perusahaan memilih kandidat terbaik, langkah selanjutnya adalah melakukan tes medis atau medical check-up. Evaluasi medis ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan calon karyawan dan menjadi tahapan terakhir sebelum penawaran kerja. 6. Penawaran kerja Setelah semua tahapan berhasil dilewati oleh calon karyawan, perusahaan akan mengirimkan penawaran kerja yang meliputi kontrak hak dan kewajiban, besaran gaji yang diterima, fasilitas yang didapatkan, serta informasi penting lain sebelum calon karyawan resmi bekerja. Dalam proses wawancara, banyak pelamar akan merasa gugup. Namun, tahukah Anda bahwa tak sedikit pula para HR dan user yang juga gugup saat melakukan proses bertanya kepada calon karyawan. Rasa gugup tersebut lebih kepada ekspektasi dan realitas kandidat yang akan dihadapi. Beberapa bahkan merasa bingung pertanyaan apa yang akan ditanyakan pada sesi wawancara. Umumnya, 10 pertanyaan tentang perekrutan karyawan ini sering ditanyakan oleh perekrut. 1. Ceritakan tentang diri Anda Umumnya, pertanyaan ini digunakan sebagai pertanyaan tentang perekrutan karyawan pertama untuk mengenal kandidat. Pertanyaan ini juga bisa menjadi informasi berharga bagi perekrut karena kandidat akan menjelaskan background pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya, dan kemampuan yang dikuasai. 2. Apa kelebihan Anda? Anda bisa memberikan pertanyaan ini kepada kandidat untuk mengetahui seberapa kompeten dia dengan posisi yang dibutuhkan. Selain itu, apakah ada kelebihan lain yang dimiliki kandidat untuk menambah nilai tertentu yang bisa kandidat berikan bagi perusahaan. 3. Apa kelamahan Anda? Berbading terbalik dengan pertanyaan tentang perekrutan karyawan sebelumnya, pertanyaan ini lebih menekankan kepada seberapa jauh kandidat mengenal dirinya. Pada dasarnya, jangan hanya terpaku pada kelemahan yang dimiliki kandidat, tapi gali lebih jauh lagi bagaimana kandidat mengatasi kelemahan tersebut. 4. Apa yang membuat Anda tertarik melamar ke perusahaan ini? Dalam melamar lowongan kerja, banyak kandidat yang memang membutuhkan pekerjaan tersebut dan memiliki impian untuk bekerja di perusahaan Anda. Namun, tak sedikit pula pelamar kerja yang hanya iseng untuk coba-coba melamar. Untuk itu, pertanyaan ini bisa menjadi landasan Anda untuk mengetahui motivasi pelamar untuk bekerja di perusahaan Anda. 5. Apa rencana Anda 5 tahun ke depan? Jika Anda membutuhkan karyawan yang loyal terhadap perusahan, Anda bisa menanyakan pertanyaan ini. Dalam 5 tahun ke depan, bagaimana rencana calon karyawan, apakah impian atau goals yang ingin ia capai sesuai dengan tujuan perusahaan atau tidak. 6. Kenapa keluar dari perusahaan sebelumnya? Tanyakan pertanyaan tentang perekrutan karyawan ini untuk mengetahui alasan kandidat berhenti atau resign dari perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya. Sebaiknya, jangan mengintervensi terlalu berlebihan agar karyawan bisa menjawab dan menceritakannya secara jujur. 7. Bagaimana cara Anda menghadapi tekanan? Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik calon karyawan dalam manajemen dirinya terkait tekanan pekerjaan. Bila posisi yang dibutuhkan memang memiliki tingkat tekanan yang tinggi, ceritakan juga ke kandidat agar Anda tahu bagaimana respons dia terhadap pekerjaan yang akan dihadapi saat diterima. 8. Kapan Anda bisa mulai bekerja? Jika Anda membutuhkan calon karyawan untuk bekerja secepatnya, tanyakan pertanyaan ini. Selain bertujuan untuk mengetahui kapan waktu terbaik dia bisa bergabung, pertanyaan ini juga memiliki fungsi untuk mengetahui semangat dan motivasi calon karyawan. 9. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai? Setiap perusahaan memiliki lingkungan kerja yang berbeda-beda. Tidak semua karyawan bisa cocok dengan semua gaya atau lingkungan kerja. Oleh karena itu, Anda bisa menanyakan pertanyaan ini untuk mengetahui gaya bekerja calon karyawan. 10. Berapa gaji yang Anda harapkan? Setelah menggali informasi terkait kualifikasi, kemampuan, dan sifat calon kandidat, Anda bisa menutup sesi wawancara dengan menanyakan seberapa besar gaji yang diharapkan. Pertanyaan ini bertujuan untuk menyesuaikan slot gaji yang disediakan dengan besaran gaji yang kandidat harapkan. Bila kandidat memiliki kualifikasi yang sangat sesuai dengan kriteria perusahaan, tetapi menghendaki gaji yang lebih besar, tak ada salahnya untuk menerimanya dengan beberapa catatan pada masa uji coba atau probation. Tantangan Apa Saja yang Dihadapi saat Perekrutan Karyawan Dalam proses perekrutan, tak jarang perusahaan menemukan tantangan dan kesulitan. Selain harus mendapatkan calon karyawan yang sesuai kebutuhan, perekrut juga harus memiliki strategi tepat untuk mempertahankan baru-baru ini ada fenomena banyak karyawan yang mengundurkan diri di Amerika Serikat. Data Job Openings and Labor Turnover Survey JOLTS menunjukkan, Amerika Serikat mencatat rekor tebaru dengan 4,3 juta orang memilih berhenti bekerja pada Agustus 2023. Apakah fenomena tersebut bisa terjadi di Indonesia? Kemungkinan itu selalu ada. Oleh karena itu, perusahaan harus mengetaui tantangan yang dihadapi saat perekrutan karyawan dan solusinya. 1. Menemukan kandidat sempurna adalah tantangan utama proses perekrutan Solusinya, jangan terlalu berekspektasi terhadap calon karyawan. Bila berekspektasi berlebihan justru bisa menjadi backfire yang membuat perusahaan sulit mencari karyawan untuk bekerja. Sebaiknya, sediakan program pelatihan atau pendidikan untuk karyawan baru agar mereka makin mahir dan memiliki kemampuan yang diharapkan. 2. Tidak semua offering letter diterima calon karyawan Pada era disruspi seperti sekarang, persaingan dalam perekrutan karyawan menjadi semakin ketat. Perusahaan perlu bersaing dengan perusahaan lain untuk memberikan penawaran terbaik yang sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi kandidat. Untuk itu, jangan berharap semua offering letter atau surat penawaran kerja yang perusahaan tawarkan langsung diterima oleh karyawan. Sebaiknya, manfaatkan proses negosiasi untuk menemukan titik tengah antara kedua belah pihak. Ya, ketiga hal ini menjadi masalah klasik dalam proses perekrutan karyawan baru. Perusahaan perlu mencari solusi praktis agar proses perekrutan menjadi menyenangkan. Salah satu jawabannya adalah bekerja sama dengan penyedia solusi perekrutan cerdas, seperti merupakan platform rekrutmen terbaik untuk perusahaan cerdas yang membantu menangani tugas rekrutmen yang memakan waktu dan berulang. Dengan GrabJobs, perusahaan hanya perlu memposting lowongan kerja ke berbagai job board dengan satu kilk. Kemudian, informasi lowongan pekerjaan secara otomatis akan diposting di lebih dari 20 job boards, termasuk juga bisa memanfaatkan teknologi Interview Chatbots untuk mengotomatiskan proses penyaringan dan penilaian kandidat di tahap pertama. Untuk proses wawancara, GrabJobs juga menyediakan fitur Penjadwalan Wawancara Otomatis dan Interview Video untuk meningkatkan kehadiran pelamar saat adalah platform automasi rekrutmen yang menyediakan fitur Applicant Tracking System yang intuitif dan mudah mengetahui lebih banyak manfaat GrabJobs bagi perusahaan, Anda bisa mengunjungi laman Semoga membantu Anda dalam proses perekrutan karyawan. Alek Kurniawan Alek is a professional content writer with 5+ years experience in the content industry. He is a former journalist passionate about writing on different topics such as technology, recruitment, lifestyle and travel. “The future depends on what you do today” from Mahatma Gandhi is one of his favorite quotes. Read more GrabJobs is trusted by 20,000+ employers to hire fast. Hire Staff in Minutes! Create a free account in just 2 your first job posted today! Recently Published
© Pexels Phone interview menjadi salah salah satu cara perekrut untuk menyaring kandidat. Sebelum melakukan wawancara tatap muka, Anda bisa menjadwalkan untuk menelepon kandidat dan melakukan wawancara pendahuluan. Untuk beberapa posisi, misalnya freelancer atau pekerjaan yang proses perekrutannya secara virtual, wawancara lewat telepon dilakukan lebih lama dan lebih mendalam. Sementara, untuk posisi lain, phone interview bisa lebih singkat. Lewat wawancara telepon, Anda bisa menilai apakah kandidat akan lanjut ke tahap seleksi berikutnya atau tidak. Ini membantu Anda melakukan shortlisting untuk membatasi jumlah kandidat yang ingin Anda temui secara langsung. Jadi, hanya mereka yang paling mengesankan yang perlu Anda undang untuk datang wawancara tatap muka. Phone interview merupakan cara yang efisien bagi perusahaan karena menghemat biaya sekaligus menyingkat waktu. Khusus bagi perusahaan yang menggunakan metode blind hiring, wawancara lewat telepon juga membantu meminimalkan bias dalam proses seleksi karyawan. Pertanyaan wawancara lewat telepon umumnya berkisar tentang latar belakang dan pengalaman kandidat, motivasi melamar kerja, tujuan dan rencana karier di masa depan. Dari pertanyaan ini, Anda dapat menilai apakah kandidat cocok untuk pekerjaan yang Anda cari dan apakah mereka akan selaras dengan nilai dan budaya perusahaan Anda. Berikut ini pertanyaan yang bisa Anda berikan kepada kandidat saat melakukan phone interview. Pertanyaan tentang motivasi kandidatPertanyaan mengenai latar belakang kandidatPertanyaan soal pekerjaan baru dan perusahaan Pertanyaan tentang motivasi kandidat Apa yang Anda cari dalam pekerjaan Anda selanjutnya? Menurut Anda, apa kelemahan terbesar Anda? Apa kekuatan terbesar Anda? Bagaimana Anda menangani stres dan tekanan pekerjaan? Ceritakan tentang diri Anda. Apa tujuan karier Anda? Lingkungan pekerjaan seperti apa yang Anda sukai? Bagaimana Anda mengevaluasi kesuksesan? Kemampuan apa yang akan membuat Anda sukses menjalani karier? Pertanyaan mengenai latar belakang kandidat Anda perlu mengetahui latar belakang pengalaman kerja kandidat, serta mencocokkannya dengan deskripsi pekerjaan dan kualifikasi untuk menjalankan peran. Ini akan membantu Anda menilai apakah kandidat termasuk orang yang tepat mengisi posisi tersebut atau tidak. Apakah tanggung jawab utama Anda di peran saat ini? Apa tantangan dan masalah besar yang Anda hadapi dalam menjalankan peran Anda? Bagaimana Anda menanganinya? Mengapa Anda akan meninggalkan pekerjaan sebelumnya? Berapa gaji yang Anda harapkan dari peran yang akan Anda jalankan? Apa tanggung jawab Anda di pekerjaan sebelumnya? Pertanyaan soal pekerjaan baru dan perusahaan Phone interview juga dapat Anda gunakan untuk menilai sejauh mana kandidat punya pengetahuan terhadap perusahaan, sektor industri, serta pekerjaan yang mereka lamar di perusahaan Anda, dan bagaimana kandidat akan berkontribusi melalui perannya untuk membantu pencapaian tujuan organisasi Anda. Mengapa Anda menginginkan pekerjaan ini? Pengalaman apa yang Anda miliki? Tantangan apa yang Anda cari di posisi ini? Kontribusi apa yang bisa Anda berikan untuk perusahaan? Jika Anda merekrut kandidat melalui Glints TalentHunt, maka pertanyaan-pertanyaan di atas dapat Anda sampaikan saat wawancara kandidat. Dengan platform rekrutmen Glints, proses merekrut menjadi mudah dan singkat karena seluruh proses seleksi akan dilakukan oleh tim kami yang berpengalaman dengan screening menggunakan teknologi AI yang cepat dan andal meski harus menyaring ribuan kandidat. Kami akan membuat peringkat kandidat dan merekomendasikan beberapa yang paling sesuai dengan deskripsi pekerjaan dan kualifikasi yang Anda cari. Bagian Anda adalah mewawancarai mereka dan memutuskan siapa yang Anda rekrut. Apabila tidak ada kandidat yang mengesankan Anda, maka Anda boleh membatalkan rekrutmen dan tidak perlu membayar biaya apa pun. Biaya rekrutmen TalentHunt Anda bayar saat pertama kali mempekerjakan kandidat yang kami rekomendasikan. Kami memberikan garansi 90 hari penggantian kandidat gratis apabila karyawan baru tersebut tidak dapat menjalankan perannya sesuai harapan Anda. Ini akan membantu Anda menghemat anggaran perekrutan karena tak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan kandidat baru. Glints juga merupakan marketplace yang menyediakan ruang bagi perusahaan untuk memasang iklan lowongan kerja gratis tanpa batas di Namun, seluruh lamaran yang masuk menjadi tanggung jawab Anda sendiri untuk menanganinya. Gabung dengan Komunitas untuk Perusahaan! Dapatkan newsletter gratis kami untuk terus terupadate tentang tren industri dan insight HR di Indonesia dan Asia Tenggara lewat email!
Proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan merupakan salah satu proses penting dalam menyeleksi kandidat calon karyawan perusahaan tersebut. Proses ini bertujuan untuk menyaring sumber daya manusia yang cocok dan sesuai dengan visi dan misi dalam perusahaan. Berikut penjelasannya. Tahapan Proses Rekrutmen Berikut beberapa tahapan dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan, antara lain sebagai berikut. Proses Seleksi Administrasi Dalam Rekrutmen Anda dapat melakukan seleksi administrasi dari beberapa penilaian, di antaranya Mulai dari latar belakang pendidikan. Pengalaman kerja. Skill yang dimiliki oleh calon karyawan. Penilaian administrasi tersebut akan dirangkum oleh calon karyawan dalam bentuk surat lamaran dan daftar riwayat hidup. Sehingga calon karyawan harus memahami kualifikasi dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan. Melakukan Interview dengan HRD Saat calon karyawan telah dinyatakan lolos pada tahapan seleksi administrasi, maka tahapan selanjutnya adalah melakukan interview dengan HRD Recruitment. Hal ini biasanya akan dilakukan dengan cara memanggil calon kandidat untuk bisa hadir dan melakukan sesi wawancara. Ketika dinyatakan lolos, usahakan untuk datang secara tepat waktu dalam memenuhi panggilan interview. Konfimasi dengan memberikan kabar jika memang anda berhalangan untuk hadir. Pada proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan, pertanyaan yang sering kali muncul adalah seputar pengalaman kerja, kegiatan sehari hari dan juga seputar potensi diri anda. Ada baiknya anda menjawab setiap pertanyaan dengan detail, runtut dan percaya diri. Selain itu, penting untuk menjaga agar attitude anda tetap baik selama proses wawancara. Tahap Interview User Dalam Proses Rekrutmen Tahap selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan adalah interview user. Calon karyawan akan diajukan beberapa pertanyaan, seperti seputar teknik pekerjaan yang nantinya akan dijalankan. Selain itu, recruiter akan cenderung menanyakan bagaimana pekerjaan calon karyawan sebelumnya dan juga tugas tugas apa saja yang telah dikerjakan. Di sini, dalam mengenal proses rekrutmen di perusahaan, anda bisa menceritakan terkait prestasi yang pernah dicapai untuk mempromosikan diri. Tahapan Psikotes Jika anda telah lolos dua tahapan wawancara, biasanya akan langsung menuju ke tahapan psikotes. Tahapan dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan ini bertujuan untuk melihat bagaimana potensi dan juga bakat yang dimiliki oleh pelamar kerja. Wawancara dengan Manager HRD Mengenal proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan rasanya tidak lengkap jika tidak sampai ke tahapan akhir. Biasanya bagi anda yang telah lolos tahap psikotes, akan dilanjutkan dengan wawancara. Interview ini pun akan dilakukan secara langsung oleh manager HRD. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan anda berada di posisi pekerjaan tersebut. Pada tahap ini, Anda juga akan berdiskusi kesepakatan mengenai range gaji. Oleh karena itu, berikan impresi yang menarik dan meyakinkan sehingga manager tersebut ingin untuk merekrut anda sebagai karyawannya. Penjadwalan wawancara dengan kandidat juga dapat dijadwalkan secara otomatis melalui fitur applicant tracking system dari software HRIS Mekari Talenta. Tes Kandidat dalam Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan pada Perusahaan Berikut beberapa test yang biasanya akan dijalani. Tes Kemampuan Tes kemampuan digunakan untuk menyaring pelamar dengan dasar keterampilan dan kemampuan yang berkaitan dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Tes kemampuan juga menunjukkan kemampuan individu dalam posisi yang telah diberikan kepadanya dan tugas yang harus dipenuhi. Nilai minimum dapat ditetapkan untuk menyaring pelamar. Nilai cut-off dapat dinaikkan atau diturunkan tergantung pada jumlah pelamar. Jika rasio seleksi rendah maka nilai cut-off dapat ditingkatkan, sehingga meningkatkan kemungkinan pelamar yang melebihi kualifikasi. Tes ini membantu dalam pengukuran kemampuan mental seorang karyawan seperti kemampuan verbal, penalaran, matematika, dan kemampuan membaca. Tes sebaiknya dipilih setelah dilakukan analisis pekerjaan yang seksama dan hati-hati agar Anda tahu dengan jelas kemampuan apa yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. Tes Integritas Tes integritas lebih mengukur pada rangkaian kecenderungan perilaku yang lebih spesifik. Perusahaan dapat menyelenggarakan tes kejujuran untuk mendapatkan kandidat yang berintegritas. Ini membantu dalam mengukur sikap dan pengalaman karyawan serta membantu dalam menghubungkan individu dengan kejujurannya, seni ketergantungan, dan sifat dapat dipercaya. Bentuk tes ini dapat diajukan langsung oleh perekrut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan rahasia dan terbuka untuk melihat kejujuran kandidat melalui informasi dari diri sendiri. Tes Kepribadian Tes kepribadian secara khusus mengukur kandidat berdasarkan sifat kepribadian tertentu yang relevan dengan kinerja pekerjaan. Sebagai contoh, untuk menjadi akuntan diperlukan orang yang konservatif dan sangat teliti, sedangkan penjual mobil bekas membutuhkan orang yang aktif dan berbicara sopan. Model tes kepribadian akan memberi tahu perekrut seberapa besar kemungkinan seseorang cocok dengan pekerjaannya dilihat dari kepribadian masing-masing. Tes Pengetahuan Tentang Pekerjaan Ini adalah bentuk tes yang menguji informasi atau pengetahuan yang dimiliki para pelamar. Pengetahuan yang diujikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sebagai contoh, calon kandidat untuk posisi business development harus memiliki pengetahuan mengenai keadaan pasar saat ini sesuai dengan industri perusahaan yang dilamar. Referensi Perusahaan dapat menghubungi perusahaan lama kandidat untuk mengecek sekaligus membuat perkiraan kemampuannya untuk bekerja. Selain itu, perusahaan dapat mengecek latar belakang dengan melakukan searching terutama media sosial. Dari media sosial ini perusahaan dapat membuat perkiraan bagaimana karakter kandidat. Wawancara Wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih rinci dari tindakan dan sikap pelamar. Dalam wawancara proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan akan mengundang pelamar untuk datang ke kantor atau dapat melalui video conference. Pelamar kemudian akan bertemu staff HR dan juga departemen terkait untuk mempresentasikan diri sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada pelamar pekerjaan. Tes Kemampuan Berdasarkan Situasi Tes proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan berupa simulasi kepada pelamar untuk peran tertentu dalam suatu pekerjaan berdasarkan situasi tertentu. Contoh, melakukan simulasi bernegosiasi antara produsen dan distributor barang di tengah keadaan pandemi. Melalui tes ini dapat dilihat kemampuan pelamar dalam menguasai situasi tertentu dan prospek yang jelas untuk mengatasinya. Praktik Kerja Praktik kerja memberikan praktik langsung atas pekerjaan yang dilamar. Tes ini mengharuskan pelamar untuk mendemonstrasikan tugas-tugas pekerjaan khusus. Bentuk tes ini mengukur kemampuan para pelamar untuk melaksanakan beberapa bagian pekerjaan yang akan dipegangnya. Misalnya praktik komputer, bengkel, dan lainnya. Dari kegiatan praktik tersebut akan terlihat kemampuan pelamar untuk mengerjakan pekerjaannya, termasuk pengetahuan dan keahliannya atas suatu pekerjaan. Tes Kesehatan dan Kemampuan Fisik Lain Sesuai dengan namanya bentuk tes ini berhubungan langsung dengan kemampuan fisik seseorang untuk mengetahui kekuatan dan ketahanan kandidat. Tidak semua bidang pekerjaan melakukan tes fisik ini. Ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan syarat fisik dan kemampuan fisik tertentu dalam bekerja, sehingga dapat memastikan keselamatan karyawan. Di sini perusahaan dapat menilai kecukupan syarat fisik dan juga kemampuan fisik pelamar jika mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam prosedur pelaksanaan tes fisik ini cukup ketat dan perlu dilakukan secara hati-hati, sebab bila ada kesalahan maka mungkin akan terjadi cedera kepada kandidat yang berujung fatal. Contoh Hasil Kerja Perusahaan dapat melihat contoh hasil kerja sebelumnya untuk memperkirakan kemampuan pelamar. Contohnya, perusahaan web design akan menilai portofolio yang dibuat oleh pelamar yang melamar web designer. Perencanaan Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan pada Perusahaan Berikut penjelasannya Identifikasi Kebutuhan Pada Posisi Baru Identifikasi terlebih dahulu posisi baru atau pergantian karyawan di perusahaan. Posisi apa yang memiliki beban pekerjaan lebih banyak dengan jumlah karyawan yang belum dapat menanganinya. Keputusan proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan untuk karyawan baru harus seimbang dengan kebutuhan perusahaan dan karyawan yang sudah ada. Hasil dari perekrutan ini harus sesuai pula dengan rencana bisnis perusahaan. Rencanakan Proses Rekrutmen untuk Posisi yang dibutuhkan Buat rencana perekrutan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan dengan menentukan bagaimana tim HRD akan mempublikasikan informasi lowongan. Tentukan siapa yang akan meninjau proses secara keseluruhan, serta siapa saja yang akan berpartisipasi ketika proses wawancara. Publikasikan Lowongan Adalah Proses Rekrutmen Yang Penting Informasikan lowongan ini termasuk kepada karyawan lama, karena besar kemungkinan ada kandidat internal perusahan yang mungkin memenuhi kriteria tersebut. Keberhasilan publikasi lowongan kerja juga bervariasi, tergantung pada posisi apa yang perusahaan tawarkan dan media penyampaiannya. Beberapa posisi mungkin lebih cocok untuk dipublikasikan melalui media cetak seperti koran lokal. Namun posisi lainnya bisa jadi lebih cocok dipublikasikan secara daring online. Website perusahaan pun berperan penting dalam proses ini. Tinjau Lamaran yang Masuk, Lakukan Seleksi CV Jika bagian HRD sudah mempublikasikan lowongan kerja dengan efektif, maka perusahaan akan mendapatkan banyak kiriman lamaran. Manajer HRD kemudian akan menerima lamaran-lamaran yang telah disaring berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan. Pihak penyaringan, manajer HRD dan tim HRD akan mencari kecocokan kandidat melalui telepon dan wawancara langsung pada proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan. Wawancara Kandidat Berkualitas Sebelum melakukan tahap wawancara, ada baiknya lakukan seleksi pada berkas lamaran calon karyawan. Seleksi ini dapat dilakukan dengan melihat kompetensi calon karyawan dari surat lamaran, daftar riwayat hidup, dan juga wawancara singkat melalui telepon. Jadwalkan wawancara kedua dengan kandidat paling berkualitas yang sebelumnya sudah tersaring kembali dari wawancara pertama. Saat ini Anda sebagai pemilik perusahaan ataupun manajer HRD bisa memeriksa referensi dan latar belakang kandidat tersebut. Periksa Referensi dan Latar Belakang Adalah Bagian Proses Rekrutmen Yang Tidak Bisa Dilewatkan Pastikan untuk memeriksa semua klaim yang dikatakan kandidat termasuk kredensial pendidikan, riwayat pekerjaan, dan latar belakang kriminal. Bila memungkinkan, sumber informasi terbaik adalah manajer atau atasan langsung kantor lama kandidat tersebut. Tentukan Kompensasi Gaji Sesuai Kualitas Kandidat Jika telah mencapai keputusan positif terhadap seorang kandidat, tentukan kompensasi gaji yang ditawarkan perusahaan kepada orang tersebut. Untuk memudahkan penggajian di perusahaan Anda, gunakan aplikasi pembayaran gaji karyawan agar pembayaran gaji bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. Berikan Informasi Kepada Kandidat yang Belum Berhasil Pastikan agar tim HRD memberi pemberitahuan kepada kandidat yang belum berhasil untuk menjaga citra perusahaan di mata publik. Negosiasikan Rincian Gaji dan Tanggal Mulai Bekerja Semakin tinggi posisi yang ditawarkan, maka semakin besar kemungkinan kandidat menegosiasikan gaji, uang lembur, jaminan kesehatan dan sebagainya. Tawarkan gaji sesuai dengan kualitas kandidat dan budget perusahaan. Sampaikan keuntungan yang bisa mereka dapatkan jika bergabung dengan perusahaan Anda yang mungkin saja tidak didapat dari perusahaan sebelumnya. Proses ini sekaligus menentukan tanggal mulai bekerja sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Menyambut Karyawan Baru Pada Bagian Akhir Proses Rekrutmen Cara onboarding karyawan baru di perusahaan mempengaruhi apakah Anda akan mempertahankan karyawan tersebut di masa depan atau tidak. Menjaga hubungan baik dengan karyawan baru mulai dari mereka menerima penawaran kerja. Proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan membutuhkan pertimbangan perencanaan akan kebutuhan posisi baru. Tahapan proses rekrutmen juga harus dilakukan dengan selektif agar mendapatkan karyawan berkompeten dan berkualitas. Berbagai tes kandidat dapat dipilih untuk mencapai tujuan rekrutmen tersebut. Proses Rekrutmen Lebih Mudah Dengan Bantuan Aplikasi Mekari Talenta Salah satu fitur yang akan membantu Anda dalam proses rekrutmen adalah Advance Recruitment dari software HRIS Mekari Talenta. Fitur ini akan mempermudah proses rekrutmen mulai dari job listing hingga proses onboarding yang lebih lancar dan efisien. Lewat fitur ini, proses rekrutmen, screening kandidat, dan proses onboarding dapat dilacak melalui aplikasi dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan perusahaan. Selain itu karena data karyawan terpusat, data kandidat yang berhasil lolos bisa langsung diubah menjadi data karyawan untuk memulai proses onboarding yang lebih singkat. Jadi, Anda tidak perlu memasukkan data karyawan yang baru lolos tersebut secara manual. Tertarik untuk mengetahui fitur-fitur dari Mekari Talenta lebih lanjut. Hubungi tim kami untuk konsultasikan permasalahan HR Anda sekarang juga.
pertanyaan diskusi tentang rekrutmen dan seleksi